7 Karya Ilmuwan indonesia yang mendunia

7 Karya Ilmuwan indonesia yang mendunia

thethinkingblog – Kita mungkin sudah tahu bahwa ada banyak ilmuwan di dunia ini, dan penemuan mereka telah mengubah dunia. Sebut saja Thomas Alfa Edison, Isaac Newton, Albert Einstein atau Alexander Graham Bell. Semua nama ini terkenal dan masih diingat sampai sekarang. Tetapi apakah mereka satu-satunya yang telah membuat penemuan yang berhasil mengubah dunia? Tidak juga. Ada lebih banyak ilmuwan di dunia ini, dan temuan mereka sama bermanfaatnya. Beberapa ilmuwan bahkan datang dari negara kita tercinta Indonesia.

Kita semua pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya B.J Habibie kan? Selain menjadi salah satu orang terpintar di dunia, presiden ketiga Indonesia ini juga dikenal dengan penemuannya yang dikenal dengan teori perambatan retak. Penemuan Habibie merupakan penemuan penting karena dapat digunakan sebagai model matematika yang berguna untuk memprediksi perilaku perambatan retak dalam struktur pesawat terbang hingga ke tingkat atom. Berikut ini 7 Karya Ilmuwan indonesia yang mendunia kami rangkum dari berbagai sumber :

7 Karya Ilmuwan indonesia yang mendunia

1. Prof.Dr.Ir. Sedyatmo (Pondasi Cakar Ayam)

Prof.Dr.Ir. Sedyatmo (Pondasi Cakar Ayam)
Masadena.com

KOMPAS.com – Selama ini kita mengetahui konstruksi ceker ayam telah digunakan di berbagai gedung. Sistem pondasi terutama diterapkan pada bangunan yang berdiri di atas tanah basah atau lembab. Penemunya adalah Ir. Profesor Sedyatmo HC, dia adalah salah satu insinyur sipil terkemuka di Indonesia. Sedyatmo lahir di Solow pada 24 Oktober 1909, dan lulus dari Holland-English School (HIS). Setelah lulus dari HIS, ia mendapat beasiswa dari Mangkunegaran untuk melanjutkan pendidikan di MULO Solo, kemudian melanjutkan ke AMS di Yogyakarta. Ia juga mendapatkan beasiswa untuk belajar di Technische Hoogeschool Civil Engineering College (sekarang ITB) di Bandoseng.

Setelah pengembangan sistem dasar Cakar Ayam, Sedyatmo menjadi terkenal di seluruh dunia. Sistem ini cocok untuk jalan raya, rel kereta api, landasan pacu bandara, gedung, dan bahkan seluruh kota, terutama di daerah yang struktur tanahnya lunak atau basah. Sistem ini disukai karena dapat menopang beban pada tanah lunak. Selain itu, sistem dasar Cakar Ayam juga dapat menekan biaya, bahan dan waktu pengerjaan. Daya dukungnya lebih tinggi dan tidak perlu diganggu oleh perubahan cuaca untuk beradaptasi dengan pembangunan.Karir Sedyatmo di dunia akademis dimulai saat ia diangkat menjadi dosen khusus (sekarang ITB) vak Waterkracht (Bidang Pembangkit Tenaga Air) di Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Bandung, Indonesia. Dia juga menjabat sebagai profesor tenaga air yang luar biasa. Sedyatmo meninggal di kediamannya pada Minggu, 15 Juli 1984, dalam usia 74 tahun. Penyebabnya adalah tumor di lehernya, dimakamkan di Karanganyar. Pemerintah Indonesia memenangkan Mahaputra Star Class I atas jasanya.

Namanya kemudian permanen permanen sebagai nama jalan raya dari Jakarta menuju Bandara Soekarno-Hatta.Sebelum membuat sistem dasar ceker ayam, Sedyatmo menghasilkan beberapa karya. Karya aslinya adalah Jembatan Air Wiroko di Wonogiri. Perbedaan antara jembatan ini dengan jembatan lainnya adalah ketebalan jembatan hanya 8 cm, sedangkan tebal jembatan lainnya hanya 35 cm. Pekerjaan selanjutnya adalah pondasi Cakar Ayam, sistem konstruksi pipa cepat bertekanan tinggi yang digunakan untuk memutar turbin air dan lift air dari tanah rendah ke tanah tinggi. Ia juga menciptakan sistem konstruksi jembatan “Ontoseno”, yang mendirikan jembatan apung di atas sungai Capuas dan Barito.

Lalu ada bendungan lengkung ganda di Ngebel. Bendungan dibuat dengan memotong lereng yang tebal untuk mendapatkan tekanan air yang lebih besar.Tidak hanya itu, Sedyatmo pula memproduksi bentuk batu tipis yang irit bayaran serta sistem bentang spesial buat jembatan. Karya-karya ini telah diperkenalkan dalam sesi pleno Kongres Kekuasaan Dunia pada 1950-an dan 1960-an. Sebagai dasar dari sistem ceker ayam, karya-karya lama Sedyatmo telah berhasil diterapkan, dan telah diperoleh 17 paten nasional utama.Sedyatmo telah menerima beberapa lencana pembangunan Satya dari pemerintah, dan menerima Penghargaan Pendidikan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Sains dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Piagam Penghargaan dari Kementerian Pertanian. Ia juga menerima Medali Kehormatan Doktor dari Institut Teknologi Bandung. Sebagai pengakuan atas karyanya, Sedyatmo diangkat sebagai anggota Dewan Riset Nasional (Departemen Teknik) berprestasi. Bahkan RWTH Aachen University terbesar di Jerman (sekarang RWTH Aachen University) memasukkan dasar-dasar sistem ceker ayam ke dalam kurikulum pendidikannya.

2. Ir. Tjokorda R Sukawati (Metode Sosrobahu)

Ir. Tjokorda R Sukawati (Metode Sosrobahu)
Histori.id

Ir. Tjokorda Raka Sukawati lahir di Ubud, Bali pada tanggal 3 Mei 1931 dan meninggal di Ubud, Bali pada tanggal 11 November 2014 pada usia 83 tahun. Ia adalah seorang insinyur Indonesia yang menemukan gedung Sosrobahu, yang membuat pembangunan jalan layang menjadi lebih mudah tanpa mengganggu arus lalu lintas.Tjokorda memperoleh gelar sarjana teknik sipil dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1962 dan gelar Ph.D. di Universitas Gajah Mada di Yogyakarta pada tahun 1996. Berkarir di PT. Hutama Karya bergerak di bidang jasa konstruksi dan infrastruktur serta merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Pada pukul 10 malam tanggal 27 Juli 1988, teknologi Sosrobahu diaplikasikan pada proyek viaduk Cawang hingga Tanjung Periok.

Padahal, dalam praktiknya, temuan tersebut belum secara khusus diuji di laboratorium. Namun, ia yakin bahwa temuannya dapat dikerjakan sesuai dengan rumus ilmiah yang ada, dan ia sangat yakin akan hal ini. Bahkan sebelum penemuannya dipraktikkan, dia bersikeras pada agama Hindu yang taat dan meluangkan waktu untuk berdoa untuk arsitektur. Saat itu, ia sedikit putus asa, mengatakan bersedia mengundurkan diri dari direktur PT. Hutama Karya saat itu mengatakan kepada Menteri Pekerjaan Umum jika temuannya terbukti tidak efektif. Namun ternyata penemuan Sosrobahu bisa berhasil tanpa ada yang terlewat.Ia mengatakan bahwa penemuan ini adalah 80% dari kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Bahkan angka tekanan 78 kg / cm2 yang ditetapkan dalam teknologinya sebenarnya merupakan angka yang misterius baginya.

Teknologi Sosrobahu ini telah dikembangkan sebagai edisi kedua. Versi pertama menggunakan jangkar baja yang dimasukkan ke beton, sedangkan versi kedua hanya memiliki lubang di bagian tengah telinga. Relatif sederhana, sebenarnya hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit, sedangkan yang pertama membutuhkan waktu dua hari. Tepatnya, pembangunan Sosrobahu akan bertahan hingga 100 tahun (abad ke-1).Menurut Dr. Drajat Hoedajanto, ahli struktur dari Institut Teknologi Bandung, Sosrobahu pada dasarnya hanyalah metode implementasi yang sangat sederhana (cabang khusus dari jalan layang berputar). Sistem ini cocok untuk jalan tol layang yang biasanya menghadapi masalah lalu lintas berikut ini. Sosrobahu terbukti sangat bermanfaat pada saat pembangunan flyover tersebut.

Baca Juga : 8 Kasus Perampokan Terjadi Selama Wabah Covid-19 di Jakarta

 

3. B.J Habibi (Teori Keretakan Pesawat)

B.J Habibi (Teori Keretakan Pesawat)
CNN Indonesia

Presiden ketiga Indonesia Baharudin Zhusuf (BJ) Habibie meninggal pada pukul 18:05 dalam Perang Dunia. Bapak teknologi ini meninggal pada usia 83 tahun di Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Soebroto.Kematian pria asal Parepare ini tidak diragukan lagi merupakan kerugian besar bagi negeri ini. BJ Habibie bisa dikatakan sebagai simbol anak desa, kebijaksanaannya luar biasa dan karyanya terkenal di seluruh dunia.BJ Habibie memiliki lebih dari 45 hak paten selama hidupnya, terutama di industri dirgantara. Salah satu penemuan Habibie yang paling aneh adalah teori keretakan atau yang biasa dikenal dengan faktor Habibie. Hingga saat ini teori Rift Valley masih digunakan dalam dunia penerbangan saat ini. Karena penemuan luar biasa ini, Habibie mendapat julukan “Mr. Crack”.

Teori crack ditemukan oleh Habibie pada tahun 1960-an, ketika teknologi pesawat terbang tidak serumit sekarang. Melalui teori ini, Habibie dapat menghitung keretakan badan pesawat akibat kelelahan atau kelelahan.Umumnya titik fatik pada badan pesawat terjadi pada sambungan antara sayap pesawat dan badan pesawat, atau sambungan antara sayap dan dudukan mesin.Ini karena saat lepas landas dan mendarat, bagian ini akan terus mengalami guncangan hebat. Saat pesawat lepas landas, sambungan akan mengalami tekanan udara atau gaya angkat yang besar. Pada saat bersamaan, saat mendarat dan menyentuh landasan, bagian ini juga akan menahan hantaman badan pesawat.Seiring berjalannya waktu, kelelahan mulai meningkat, dan inilah awal mula terjadinya retakan. Karena sayap pesawat bisa patah secara tidak sengaja, retakan bertambah panjang dan bisa berakibat fatal.

Ini bisa menyebabkan kelelahan yang lebih besar.Melihat dunia penerbangan mengalami kendala seperti itu, BJ Habibie kemudian memberikan solusinya. Dialah yang menemukan prinsip kerja perambatan retak.Menggunakan teorinya, Habibie berhasil menghitung retakan secara detail, hingga ke jumlah atomnya. Hal ini tidak hanya untuk menghindari risiko kecelakaan pesawat, tetapi juga membuat perawatan pesawat menjadi lebih mudah dan murah.Dengan menggunakan teori retak atau faktor Habibie, bagian rangka baja pesawat terbang dapat direduksi dan diganti dengan keunggulan aluminium pada badan pesawat. Tidak diragukan lagi, hal ini dapat mengurangi bobot pesawat sebanyak 10% dari bobot konvensional tanpa menambah bobot penumpang dan bahan bakar.Faktor Habibie juga digunakan dalam pengembangan teknologi koneksi bagian-demi-bagian untuk badan pesawat. Hal ini memungkinkan badan pesawat silindris dengan sisi sayap elips untuk menahan tekanan udara selama lepas landas.Begitu pula koneksi antara badan pesawat dan roda pendaratan jauh lebih kuat, sehingga pesawat bisa menahan beban saat akan mendarat. Habibi memecahkan masalah menstabilkan struktur ekor pesawat hanya dalam enam bulan.

4. Dr. Joe Hin Tjio (Teori 23 Kromosom)

Dr. Joe Hin Tjio (Teori 23 Kromosom)
Universitas Malahayati

Siapa meyakini bahwa ilmuwan di Indonesia memegang peranan berarti dalam kemajuan bioteknologi, spesialnya genetika. Bersama teman- temannya ,beliau menciptakan serta membenarkan kalau terdapat 23 pasang kromosom orang . Sebelumnya, akademikus lain amat percaya kalau jumlah kromosom orang merupakan 24 pasang .Seorang ilmuwan bernama Joe Hin Tjio menemukan 23 pasang kromosom manusia. Kelurganya adalah keturunan Tionghoa dan hidup di era Hindia Timur Belanda. Tjio lahir di pulau Jawa pada tanggal 2 November 1919. Ia sering disebut sebagai ahli sitogenetik Amerika, karena dalam 23 tahun terakhir hidupnya bekerja di Institut Kesehatan Nasional (National Institute of Health).

Pada tahun 1921, Theophilus Painter secara tidak sengaja menemukan cara untuk mengamati dan menghitung jumlah kromosom manusia. Ia mengamati sel testis dua pria kulit hitam tersebut, lalu diminta membuat sayatan kecil dan membuangnya dengan larutan kimia. Setelah mengamati di bawah mikroskop, seniman tersebut menemukan bahwa terdapat serat kusut pada sel testis, dan menemukan bahwa itu adalah kromosom yang tidak berpasangan, dengan total 24 pasang.Sepanjang nyaris 30 tahun, para akademikus menyakini penemuan ini , serta mereka pula melaksanakan enumerasi dengan metode lain, menciptakan 24 pasang kromosom orang.

Pada tanggal 22 Desember 1955, Joe secara tidak sengaja menemukan hal itu saat mengisolasi kromosom dari inti (nukleus) banyak sel. Ia mencoba mengembangkan teknik untuk mengisolasi kromosom pada kaca objek. Saat memeriksa sediaan ini di bawah mikroskop, ia menemukan hasil yang mengejutkan: Ada 46 kromosom (23 pasang) di jaringan embrio paru-paru manusia. Kemudian Joe menuliskan temuannya dalam jurnal Skandinavia “Herditas” pada 26 Januari 1956. Saat itu Eropa diwajibkan untuk menuliskan nama ketua laboratorium sebagai penulis utama selaku pengakuan atau hidmat atas edukasi serta dukungan yang diserahkan oleh laboratorium itu , tetapi Tjio menyangkal buat melaksanakannya. Ia mengancam bahwa hingga nama Tjio dicantumkan sebagai penulis pertama dan Albert Levan masih menjadi penulis pendamping, jika ia tidak ditunjuk sebagai penulis utama majalah temuan, ia akan meninggalkan pekerjaannya.

Teknik yang ia kembangkan untuk mengamati kromosom manusia adalah salah satu penemuan utama di aspek sitogenetika( sitogenetika merupakan agen genetika yang menekuni ikatan antara hereditas dengan alterasi serta bentuk kromosom). Pada tahun 1959, Tjio membantu mengembangkan sitogenetika menjadi bidang kedokteran yang penting dan menemukan kromosom lain pada pasien dengan sindrom Down. Ia menunjukkan bahwa ada hubungan antara kromosom yang abnormal dan penyakit tertentu.

Baca Juga : 7 Kekayaan Indonesia yang mendunia

5. Prof Dr Khoirul Anwar (Sistem Telekomunikasi 4G berbasi OFDM)

Prof Dr Khoirul Anwar (Sistem Telekomunikasi 4G berbasi OFDM)
BLOG MUST TEGUH

Dr. Khoirul Anwar adalah seorang ilmuwan Indonesia. Ia dikenal sebagai pemilik paten teknologi broadband, dan paten teknologi broadband telah menjadi standar internasional ITU, berlaku untuk sistem terestrial (di bumi) dan satelit (luar angkasa). Dr. Khoirul Anwar adalah penemu serta pemilik teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Khoirul Anwar lahir di Kediri pada tahun 1978. Ia adalah putra (almarhum) Sudjiarto dan Siti Patmi. Sejak kecil, Coirul telah mengembangkan minat yang besar pada sains. Dia menelan hampir semua buku ilmiah.Di antara kedua kajian tersebut, Khoirul sangat suka membaca buku-buku teori karya ilmuwan terkenal seperti Albert Einstein dan Michael Faraday. Materi yang “berat”. Anwar bercita-cita menjadi Einstein dan Faraday berikutnya yang bisa menciptakan teori baru.

Dr. Khoirul Anwar menempuh pendidikan di salah satu universitas di Jepang yaitu NAIST. Hasil kerja kerasnya menunjukkan hasil. Ia menyelesaikan gelar masternya di NAIST (Nara University of Science and Technology NAIST) pada tahun 2005, dan menyelesaikan gelar doktornya di kampus yang sama pada tahun 2008.Dr. Khoirul Anwar menemukan teknologi transmisi nirkabel dengan dua transformasi Fourier cepat (FFT), yaitu FFT kecil dan (I) FFT besar (dua pada pemancar dan dua pada penerima). Teknologi ini memenangkan penghargaan pada 2006 IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) di California pada Januari 2006, dan telah menjadi standar International Telecommunication Union (ITU), ITU-R S.1878 dan ITU-R S.2173.

Teknologi ini (dan modifikasi untuk beberapa akses) adalah dasar dari Single Carrier Frequency Division Multiple Access (SC-FDMA) yang digunakan dalam uplink 4G LTE. Keuntungan menggunakan kedua FFT ini adalah: (1) Daya rentang dinamis dapat diminimalkan agar efisien dan tahan terhadap nonlinier pada penguat; dan (2) untuk mendapatkan efek keragaman frekuensi (karena FFT kecil / pertama) Lakukan “spreading” atau redundansi yang tersebar di seluruh sub-operator dalam (I) FFT besar /kedua untuk meminimalkan kesalahan pada penerima.Untuk sistem komunikasi pita lebar yang disertai dengan pengkodean saluran, teknik ini sangat berguna (karena efek pita lebar dapat menyebabkan selektivitas frekuensi, dan selektivitas frekuensi ini hanya dapat dimanfaatkan dengan menggunakan pengkodean saluran). Dengan dukungan penuh (pendanaan) dari pemerintah Jepang, teknologi tersebut dipatenkan pada tahun 2005.

6. Minto (Kompor Tenaga Surya)

Minto (Kompor Tenaga Surya)
PriceNia.com

Berawal dari idenya, suatu saat kayu dan minyak hutan akan habis. Minto (48 tahun) guru SD Negeri Prambon, Kecamatan D Perdagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur sedang mempertimbangkan untuk membuat kompor tenaga surya. Tahun itu 1986. Pengetahuannya tentang karakteristik lensa dan penyerapan panasnya menginspirasi terciptanya oven surya. Pada tahun 1991( ataupun 5 tahun setelah itu), kompor tenaga surya pertama Minto( masyarakat Dusun Mruwak, Kecamatan Dagang) sukses dituntaskan. Jangan dibayangkan ukuran kompornya sama dengan kompor minyak tanah atau kompor gas yang digunakan banyak ibu rumah tangga, kompor Minto terdiri dari lensa cekung besar dan terbuat dari satu set kotak kaca. Kompor surya terkecil memiliki diameter lensa 1,5 meter.

Kompor terbesar memiliki diameter 2,67 meter. Letakkan mangkuk masak yang terbuat dari besi di atas lensa.Jika matahari terik, kompor ini bisa merebus satu liter air dalam dua menit. Jumlah maksimal air yang bisa direbus adalah 20 liter, dan suhu maksimalnya 750 derajat Celcius. Saat Kompas berkunjung ke kediamannya, Minto juga berlatih menggunakan kompor tenaga surya. Dia memasak singkong, yang bisa dimasak dalam 20 menit. Sejauh ini, Minto telah memproduksi 80 tungku surya. Dari 80 kompor tersebut, dua di antaranya dipajang di Museum Taman Mini Indonesia Indah Energi (TMII) di Jakarta.

Sebanyak 80 kompor tenaga surya telah didistribusikan di Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah (Jawa Tengah), DI Yogyakarta, Jakarta, Jambi, Lampung, Lampung, Palembang dan Kaliman Dan Barat (Kalimantan Barat) serta wilayah lainnya. Selain kompor terlaris, Minto juga pernah diundang sebagai pembicara terlaris di berbagai seminar dan konferensi ilmiah. Sebagai instruktur teknis yang cocok, ada banyak penghargaan. Termasuk penghargaan dari Forum Pertukaran Konservasi Energi, Administrasi Umum Listrik dan Pengembangan Energi Kementerian Pertambangan dan Energi (Deptamben) dan banyak universitas.

7. Danny Hilman (Terumbu Karang Sebagai Indikator Siklus Gempa)

Danny Hilman (Terumbu Karang Sebagai Indikator Siklus Gempa)

Dr. Danny Hilman Natawijaya adalah seorang peneliti dan ahli geologi seismik di Indonesia. Ia adalah peneliti di Pusat Penelitian Geoteknik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Di antara peneliti geologi dan geofisika di Indonesia dan dunia, ia diakui sebagai ahli gempa tektonik di Sumatera.Berdasarkan penelitiannya, Dr. Dani Hilman Natawijaya menemukan teori bahwa terdapat hubungan antara pertumbuhan terumbu karang yang hidup di pantai barat Sumatera dengan periode gempa. Bentuk terumbu karang dan usianya merupakan indikator periode gempa bumi dan gelombang tsunami.Setelah memperoleh gelar Sarjana Geologi dari ITB, Danny melanjutkan studi di University of Auckland dalam program magister geologi di Selandia Baru. S

selama delapan tahun di Amerika Serikat, ia tidak hanya terlibat dalam penelitian untuk gelar PhD di bidang geofisika dan geologi, tetapi juga mempelajari tsunami, seismologi, cara menggunakan GPS untuk mengamati pergerakan lempeng, dan mempelajari karang untuk memahami sejarah gempa. Mahir dalam berbagai ilmu memudahkannya berkomunikasi dengan para ahli di bidangnya. Dengan cara ini, pihaknya dapat memberikan masukan untuk membuat model pengembangan dan simulasi kejadian yang sesuai dengan kondisi seismik eksisting. Dia terkenal di dunia untuk jurnal geofisika internasional paling bergengsi, “Journal of Geophysical Research”. Dalam jurnal ini, tesisnya “The New Structure of Sumatra Faults” diterbitkan pada tahun 2000, dan karyanya yang berjudul “Sumatra Subduction Zone Paleogeometry” diterbitkan pada jurnal yang sama pada tahun 2004.

Skripsi ini merupakan hasil penelitian Danny dan Dr. Kerry Sieh sebagai pembimbing doktornya di California Institute of Technology. Kedua karya ini kemudian menjadi rujukan dan rujukan bagi peneliti geotektonik lain di dunia.Sejak tahun 2000, Danny telah memprediksikan gempa besar di pantai barat Sumatera dalam berbagai kesempatan di forum ilmiah. Di bidang nasional, ia mengutarakan pandangan yang sama pada Seminar Pembangunan Selat Sunda Perusahaan Geoteknik LIPI Bandung dan Seminar Pembangunan Jembatan Jawa-Sumatera ITB masing-masing pada tahun 2000 dan 2003. Ia mengatakan, perkembangan selat saat itu, terutama terkait rencana pembangunan Jembatan Jawa-Sumatera, tidak hanya terkait pengembangan selat, terutama terkait rencana pembangunan Jembatan Jawa-Sumatera. Aktivitas Gunung Krakatau menimbulkan ancaman gempa bumi, namun pada saat yang sama ancaman gempa bumi tektonik di Sumatera bagian barat harus diperhatikan, terutama di Kepulauan Mintawai yang hanya berjarak puluhan kilometer dari Padang dan Ben Guru (Kepulauan Mentawai).

Berita